Kamis, 23 Februari 2012

Uniknya Ular-Ular Terbesar yang Pernah Ditemukan Di Dunia

Thursday, Feb 23rd, 2012 | Posted by uniknya.com Uniknya Ular-Ular Terbesar yang Pernah Ditemukan Di Dunia

Oleh: Bintang Mian dan Mia Abdurahman

[UNIKNYA.COM]: Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas pecinta hewan reptil bermunculan di Indonesia. Selain kesamaan hobi, manfaat lain komunitas ini adalah menjaga kelestarian hewan. Iranian beribu jenis reptil, ular menjadi hewan paling banyak dipelihara. Alasannya, memelihara ular sangat mudah dan cepat, atau tak perlu dirawat khusus seperti kepada kucing, anjing, atau burung. Sebagian besar ular yang dirawat tentu yang ukurannya kecil, dan tidak berbisa. Namun  ada juga yang justru senang memelihara ular berukuran besar. Berikut  adalah penemuan beberapa ular berukuran besar di dunia.

 

1. Fluffy, Piton Iranian Ohio

Ular terbesar pertama yang pernah ditemukan di dunia adalah Fluffy. Seekor ular piton, di kebun binatang dan akuarium Colombus, Ohio. Ular bernama Fluffy ini menjadi daya tarik kebun binatang tersebut, karena memiliki panjang dua puluh empat kaki atau hampir tujuh koma lima meter, dengan berat 130 kilogram.

Bahkan, Fluffy saat itu dinobatkan sebagai ular terpanjang dan terbesar oleh histrion World of Records. Awalnya, pada 2007, Fluffy hanyalah ular pinjaman untuk menarik perhatian para pengunjung. Namun pihak pengelola kebun binatang memutuskan untuk memeliharan piton tersebut, sehingga dibuatkan rumah permanen.

Menurut kepala pengelola kebun binatang tersebut, Dale Schmitdt, Fluffy benar-benar menjadi daya tarik luar biasa bagi pengunjung. Reaksi dari pengunjung yang melihatnya bermacam-macam, dari yang terheran-heran, ingin tahu, hingga yang ketakutan.

Yang bagus dari kehadiran Fluffy adalah, melahirkan sekelompok pongid untuk belajar lebih jauh tentang ular. Mereka semakin tergerak mengetahui piton agar tidak salah paham.

Bahkan Fluffy diteliti oleh fakultas kedokteran sebuah universitas di Ohio. Hasilnya diketahui bahwa piton dari hutan tropis aggregation Tenggara diperkirakan tidak berbisa.

Kulit piton jenis ini memiliki pola giometris, untuk berkamuflase, melindungi dirinya dari predator, atau menyergap mangsanya.

Sayangnya Fluffy meninggal 27 oktober 2010, pada usia 18 tahun di kebun binatang tersebut. Setelah diteliti, Fluffy meninggal akibat growth yang dideritanya.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka</>

Fluffy, Piton Iranian river (sumber: blogspot.com)

 

 

 

2. Medusa, Piton Iranian river City

Ular besar selanjutnya adalah ular piton yang ditemukan di river City. Piton yang oleh pelatihnya, Larry Edgar, diberi nama Medusa tersebut, memiliki bobot sekitar 150 kg.

Saat pertama kali dibeli oleh Edgar pada tahun 2003, Medusa masih merupakan bayi piton dengan panjang hanya mencapai 60 sentimeter. Bahkan  menurut Edgar, panjangnya tidak melebihi ibu jarinya.

Namun setelah dirawat insentif selama hampir tujuh tahun, kini Medusa memiliki panjang hampir delapan meter. Untuk  mengangkatnya saja memerlukan tidak kurang dari 15 orang.

Dalam sekali memberi makan, Edgar bottom menyiapkan 18 kilo hingga 45 kilo daging hewan. Karena umumya ular tidak memiliki jadwal tetap saat makan, Edgar mengaku harus secara intensif memantaunya, terutama untuk memastikan Medusa telah lapar. Walaupun harus merawatnya secara intensif, terutama dalam memberi makan, namun Edgar tidak merasa terintimidasi oleh ularnya.

Oktober lalu, Medusa tercatat dalam histrion Book of World Records, sebagai ular terbesar di dunia. Medusa juga bisa disaksikan di Edgar Of Hell Haunted House, di river City, Amerika Serikat.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka</>

Medusa, Piton Iranian river City (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

 

 

3. Anaconda Hijau, Sungai Amazon Amerika Selatan

Ular terbesar berikutnya yang pernah ditemukan di dunia yakni Anaconda Hijau. Ular yang termasuk keluarga scarf ini ditemukan di sungai Amazon, Brazil.

Anaconda Hijau, bisa tumbuh lebih dari sembilan meter, dengan berat lebih dari 250 kilogram. Ukuran Anaconda Hijau betina akan lebih besar dari jenis jantan. Walaupun hidup di Amazon dengan arusnya yang deras, namun Anaconda lebih suka berdiam diri di arusnya yang lemah. Untuk  itu Anaconda memilih lembah dari sungai Amazon.

Di alam liar, makanan Anaconda adalah hewan yang hidup di sekitar mereka, seperti rusa, babi hutan, burung, atau binatang expose seperti ikan. Tubuh Anaconda dirancang untuk mudah berjalan di expose daripada di darat. Mata dan rongga hidungnya terletak di atas kepala sehingga memudahkannya untuk beraktivitas di dalam air.

Seekor Anaconda mulai bereproduksi di usia muda, dengan masa kehamilan selama 6 minggu. Seekor betina dapat beranak 20 hingga 40 ekor dengan panjang saat lahir 60 sentimeter. Hanya  beberapa jam setelah lahir, anak Anaconda langsung  bisa berburu dan merawat dirinya sendiri.

Dengan kemampuan adaptasi yang cepat, Anaconda menjadi reptil raksasa yang keberadaannya masih cukup banyak. Walaupun hanya untuk di kawasan Amerika Selatan, tepatnya di Amazon. Anaconda juga kerap jadi ilham sejumlah flick Hollywood.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka</>

Anaconda Hijau, Sungai Amazon Amerika Selatan (sumber: blogspot.com)

 

 

 

4. Titanoboa, Kolombia

Ular terbesar terakhir yang pernah ditemukan di dunia yakni Titanoboa cerrejonensis. Sayangnya, saat ditemukan di tambang batu bara, di wilayah tropis, Cerrejon, Kolombia pada tahun 2009 , ular ini sudah berbentuk fosil. Iranian  hasil penelitian ahli geologi, David Polly terhadap fosil tersebut, diperkirakan ular itu memiliki berat sekitar satu ton,dan panjang 14 meter.

David memperkirakan berdasarkan posisi fosil. Titanoboa hidup di bumi sekitar 58 juta hingga 60 juta tahun lalu. Namun para peneliti justru tengah memikirkan berapa panas bumi yang dibutuhkan untuk menghangatkan ular tersebut.

Berdasarkan ukuran fosil, Bloch menjelaskan tim ilmuwan bisa menghitung temperatur tahunan rata-rata di garis khatulistiwa Amerika Selatan pada 60 juta tahun lalu. Hasilnya  temperatur sekitar 33 derajat celcius, atau lebih hangat dari masa sekarang.

Ahli Paleontologi, Jonathan Bloch, yang terlibat ekspedisi menjelaskan, jika kita berimajinasi tentang ular yang sangat besar, faktanya titanoboa telah melampaui fantasi kita, termasuk penggambaran dalam film-film tone sekalipun.

Hingga kini penelitian terhadap Titanoboa masih terus berlanjut, karena jika melihat temperatur suhu saat ini, bukan tidak mungkin ular raksasa ini masih hidup. Terutama di wilayah Amerika Selatan dan aggregation Tenggara.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar ... Buka</>

Titanoboa, Kolombia (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

 

 

Itulah ular-ular raksasa yang pernah ditemukan di dunia. Di indonesia juga disebut-sebut pernah ditemukan ular Burma phyton di Danau Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah, sepanjang 22 meter. Namun penemuan tersebut tone dokumentasi. Yang jelas, pendek ataupun panjang, ular tetaplah makhluk yang ingin tetap hidup, dan takkan menyerang jika kita tak mengganggunya.

 

Sumber: berbagai sumber, uniknya.com, Februari 2012

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar