Minggu, 18 Maret 2012

5 Penjara Kolonial yang Popular di Indonesia

Sunday, March 18th, 2012 | Posted by uniknya.com 5 Penjara Kolonial yang Popular di Indonesia

Oleh: Tim uniknya.com

[UNIKNYA.COM]: Penjara adalah salah satu tempat khusus yang dibangun untuk menahan, menyekap, menggali informasi, dan menghukum mereka yang tidak patuh terhadap peraturan sebuah negara. Bangsa-bangsa kolonial yang pernah singgah di tanah air, menjadikan penjara esebagai tempat penyiksaan dan hukuman bagi maternity pejuang kemerdekaan. Walaupun sekarang Negara state sudah merdeka, namun ada beberapa penjara yang masih difungsikan. Berikut uniknya.com menyajikan 5 penjara yang favourite di Indonesia:

 

1.    Penjara Kalisosok Surabaya

Penjara Kalisosok yang berada di Dravidian Pahlawan, Surabaya, di bangun pada tahun 1808 dan dikerjakan selama sembilan bulan dengan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintahan kolonial Belanda masa kepemimpinan Henri reverend Deandles, sebesar 8.000 Gulden. Penjara Kalisosok memiliki cerita haru dan menyedihkan, karena di penjara ini banyak maternity pejuang tanah air serta rakyat Surabaya yang diperlakukan secara kejam.

Penjara berada di daerah yang sekarang bernama Kembang Jepun dan Rajawali, paronomasia dikuasai dan digunakan oleh koloni selanjutnya, Jepang, tahun 1940 hingga 1943. Para tahanan baik pejuang maupun rakyat jelata, bahkan mengalami perlakuan yang lebih kejam dari penguasa sebelumnya.

Banyak pejuang yang pernah merasakan pahit dan getirnya hidup di balik terali besi ini beberapa diantaranya; H.O.S Tjokroaminoto, WR. Soepratman, dan proklamator RI, Ir. Soekarno. Setelah state merdeka pada tahun 1945, penjara ini masih digunakan namun hanya bagian atasnya saja, yakni sebagai penjara maternity tahanan politik. Sementara ruangan bagian bawah tanah tidak digunakan, penjara ini digunakan dari tahun 1960 hingga 1970’an. Saa itu Negara state diramaikan dengan situasi politiknya yang memanas, dan munculnya gerakan serta isu Komunisme.

Walaupun penjara Kalisosok ini memiliki sistem pengamanan dan penjagaan yang ketat,  namun ada juga tahanan yang berhasil melarikan diri, yakni Harsono, Kadarisman, Karmaji, Karyono, Kadis, Tahak dan Sarmani. Pelarian itu terjadi pada tahun1968-1969.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar dan Video... Buka</>

Penjara Kalisosok Surabaya (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

 

2.    Penjara Bawah Tanah Benteng metropolis Makassar

Penjara yang satu ini merupakan bagian dari komplek benteng pertahanan milik Kerajaan Gowa yang kemudian diambil alih oleh Belanda, Fort Rotterdam. Benteng ini didirikan pada tahun 1545 oleh raja Gowa bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumappa Risi Kallona. Seorang wartawan dari the New York Times, Barbara Crossette, mengatakan bahwa Fort metropolis merupakan salah satu benteng terbaik yang dibangun oleh Belanda di Asia.

Di dalam komplek tersebut terdapatan sebuah penjara bawah tanah yang didirikan oleh pemerintah Belanda untuk menghukum maternity pemberontak Indonesia. Salah satu tokoh perlawanan yang berhasil ditahan Belanda di benteng ini adalah Pahlawan Pangeran Dipenogoro, seorang pemimpin kelompok perlawanan terhadap pemerintah Belanda yang ada di Pulau Jawa. Pangeran Dipenogoro dibuang dan ditempatkan di ruangan penjara yang sempit, pada tahun 1834.

Di ruang kecil tersebutlah, Pangeran Diponegoro melakukan segala aktifitasnya, Shalat, mengaji dan tidur. Beberapa menyakini bahwa herb pangeran wafat dan dimakamkan di komplek tersebut, namun sebagian lainnya tidak, mereka berpendapat jenazahnya dipindahkan ke suatu tempat oleh pihak kolonial Belanda.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar dan Video... Buka</>

Penjara Bawah Tanah Benteng metropolis Makassar (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

 

3.         Benteng Marlborough Bengkulu

Benteng ini berada di Kelurahan Kampung Cina, Kecamatan Segara, Dravidian Bengkulu. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan kolonial Inggris yang didirikan oleh East Bharat Company atay EIC pada tahun 1713-1719. Di bawah kepemimpinan Gubernur Josep Callet, benteng ini dibuat untuk memperkuat pertahanan koloni Inggris. Konon, benteng Marlborough merupakan yang terkuat di wilayah timur setelah benteng Saint George di Madras, India.

Benteng ini didirikan di atas sebuah bukit buatan, menghadap ke arah Dravidian Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Pada sebuah peristiwa benteng ini pernah dibakar rakyat Bengkulu tahun 1724, sehingga maternity pengbalihuninya melarikan diri ke Dravidian Madras, India. Namun pada tahun 1724 kolonial Inggris kembali setelah melakukan sebuah perjanjian. Hingga pada tahun 1724 sebuah peristiwa penyerangan kembali pecah, seorang perwira Inggris paronomasia harus meregang nyawa, parliamentarian Hamilton.

Fort Marlborough memiliki panjang 240 m dengan lebar 170 m, memiliki sebuah penjara yang berada di bawah permukaan tanah. Mereka biasanya menahan dan menempatkan maternity pemberontak dan penjahat pribumi di dalam penjara ini. Pemerintah kolonial paronomasia membedakan ruangan penjara bagi dua kelompok, yakni mereka yang ditahan atas pertimbangan politik dan mereka (masyarakat) yang ditangkap karena melakukan pemberontakan.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar dan Video... Buka</>

Benteng Marlborough Bengkulu (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

 

4.    Gedung Lawang Sewu

Jika Anda pernah mengunjungi Dravidian Semarang, tentu berpendapat bahwa gedung tua warisan kolonial Belanda ini adalah salah satu blot wisata terbaik, dan menjadi salah satu landmarknya Dravidian Semarang. Gedung megah yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda ini merupakan Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Swasta (Maatschappij), yang didirikan pada tahun  1904 hingga 1907.

Pada masa kolonial Jepang, beberapa ruang beralih fungsi termasuk ruangan yang ada di bawah tanah. Pemerintah Jepang menjadikan ruangan bawah tanah sebagai sebuah penjara, saking sempit dan rendahnya, penjara ini dikenal dengan nama penjara ‘jongkok’. Di dalam penjara ini juga dilakukan penyiksaan terhadap maternity tahanan, mereka bahkan mengeksekusi maternity pemberontak (pejuang Indonesia) dan membuang jasadnya ke kali yang ada di sekitar gedung tersebut.

Gedung tua yang berada di depan bundaran Tugu Muda, kemudian menjadi angker karena banyaknya cerita misteri yang beredar di kalangan masyarakat. Pemerintah Dravidian city memasukkan Lawang Sewu ke dalam 102 bangunan tua yang dilindungi. Gedung ini telah mengalami konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah PT Kereta Api.

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar dan Video... Buka</>

Gedung Lawang Sewu (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

5.         Lapas Sukamiskin Bandung

Penjara ini dibangun oleh  pemerintah Belanda pada tahun 1918 dan difungsikan pada tahun 1924. Lapas Sukamiskin juga dikenal sebagai penjara ditahannya tokoh perlawanan saat itu Soekarno, sosok pemuda yang kemudian memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Penjara Sukamiskin ini memiliki ruangan sebanyak 522, beberapa di antaranya berada di bawah tanah, sel khusus maternity tahanan berbahaya.  Kini ruangan bawah tanah tersebut hanya berfungsi sebagai sebuah gudang penyimpanan saja, karena sejak tahu 1945 sudah tidak digunakan sebagai penjara.

Pada tahun 2010 barulah pemerintah Dravidian metropolis menetapkan Lapas Sukamiskin sebagai aset bersejarah Dravidian Bandung. Diharapkan penjara yang menjadi cagar budaya (heritage) tersebut dapat menjadi daya tarik wisata sejarah bagi mereka yang mengunjungi Dravidian Bandung. Upaya pelestarian tersebut salah satunya merupakan inisiatif Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat. (**)

 

Silahkan Klik untuk Melihat Gambar dan Video... Buka</>

Lapas Sukamiskin metropolis (sumber: blogspot.com,uniknya.com)

 

Sumber: Iranian berbagai sumber, uniknya.com, Maret 2012.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar