Sabtu, 08 Desember 2012

Geng-geng Yang Paling Mengerikan di Dunia

Geng-geng Yang Paling Mengerikan di Dunia


Geng-geng Yang Paling Mengerikan di Dunia

Posted: 08 Dec 2012 11:00 PM PST

Aryan Brotherhood (AB, The Brand)
 
Walaupun bukan geng terbesar di penjara, AB (aryan brotherhood) membunuh banyak tahanan di penjara. Gang ini hanya berjumlah 1% penghuni penjara, tetapi ukuran bukan segalany bagi mereka. Faktanya mereka brtanggung jawab atas 26% pembunuhan tahanan di seluruh US. Untuk bergabung dgn AB, seseorang harus membunuh tahanan lainya, hal ini dikenal dengan "ada Darah masuk, ada Darah keluar". Bagi yang ingin keluar akan dibunuh. (AB is known for organized crime, extortion, inmate prostitution, drug trafficking, and murder-for-hire.)

EMC

The Mexian Mafia (La EME) memiliki markas dan anggota di banyak penjara diseluruh US. Didirikan pada 1950 di California. Memiliki hubunngan dekat dengan AB. La eMe memiliki banyak kontrak dengan gang – gang lain untuk membunuh rival mereka. Gang ini tidak memiliki banyak peraturan. Beberapa peraturan yang dimiliki : tidak mengekspos gang, tidak ada MAHO, dan tidak pengecut. (La eMe is well known for its drug trafficking, extortion, and murder)

The Mungiki (Kenyan Mafia)

Mungiki dapat ditemukan di daerah daerah miskin di Kenya. Gang ini didirikan pada tahun 1980. Mungiki secara keras melawan dan membenci kristenisasi dan westernisasi. Anggota geng ini mempercayai secara paksa pemotongan organ genital pada wanita, pemenggalan dan mutilasi. Mungiki pernah membunuh 50 orang karena terjadi perselisihan, 2 diantara yg dipenggal kepalany adalah polisi

Primeiro Comando da Capital (PCC)

PCC (Primeiro Comando da Capita) adalah Geng Brazil yang didirikan pada tahun 93 oleh 8 tahanan. Secara keras melawan seluruh perangkat pemerintahan dari stasiun polisi hingga terminal bis. Semenjak tahun 2006 geng ini telah menyerang 300 sarana public. Setiap anggota harus membayar $27 utk yg dipenjara, dan $ 270 utk yang telah bebas. Kebanyakan dari uang tersebut dipakai untuk membeli senjata dan obat. Untuk bergabung dengan geng ini seseorang harus "dikenal" oleh anggota lainya, dan "diterima" sumpah setianya.

Black Guerrilla Family (Black Family, Black Vanguard)

Didirikan tahun 1966 oleh George Jackson di Marin Country,CA. Black guirella family adalah geng yang beranggotakan orang orang ras afrika-amerika. Geng ini didirikan untuk mengangkat martabat orang "hitam" di penjara dan berencana menggulingkan pemerintahan US. Geng ini memiliki hubungan yang erat dengan faham Marxism. Hingga hari ini memiliki lebih dari 50.000 anggota, namun banyak dari mereka yang bergabung dengan geng lainya juga. Untuk bergabung syaratnya adalah harus "hitam" dan diakui dan dipilih olrh anggota yang ada.

La Nuestra Familia
 
La Nuestra adalah geng tahanan orang amerika meksiko. Didirikan pada tahun 1968 dan menjadi rival berat dari La EME. Geng ini mempertahankan budaya cichano. Tetua geng menontrol geng dari dalam penjara untuk melakukan kegiatanya. Geng ini dikenal membunuh siapa saja. Anggota geng ini biasanya dikenal menjadi kriminalis berat karena La Nuestra memiliki waktu perekrutan dan orientasi hingga 2 tahun. La Nuestra juga mewajibkan menjunjung tinggi geng diatas keluarga, uang, obat dan wanita. Wanita dilarang bergabung tetapi terkadang digunakan untuk menyalurkan obat.

Texas Syndicate (Texas 7)

Texas Sydicate / Texas 7 (T7) geng yang didirikan sebagai respon terhadap geng geng di California lainya seperti La eMe dan AB, karena geng geng tersebut sangat mengintimidasi, terutama di Texas. Oleh karena itu tahanan di texas membentuk geng untuk pertahanan diri mereka. T7 tidak mengizinkan anggota diluar ras Hispanik. Ras kaukasia paling dilarang dalam T7. geng ini berisi imigran mexico, bukan orang meksiko yang lahir dan besar di US. Pada tahun 2000 dilaporkan geng ini beranggotakan 1000 di penjara dan 830 diluar penjara. (Texas Syndicate is known for contract murder, gambling, prostitution, extortion, and drug trafficking)

Crips

The Crips didirikan oleh anak berumur 16 tahun Stanley Williams dan Raymond Washington. Geng ini dimulai sebagai geng kecil dan berhubungan dengan geng geng individual lainya. Namun sekarang telah berkembang menjadi salah satu geng terbesar dan terkuat di US. Anggotanya mencapai 300.000 orang. The Crips dikenal menggunakan warna biru. Rival berat mereka adalah Bloods dan geng geng hispanik. Geng ini terkenal sangat brutal dan kasar, biasa berkelahi dengan geng lain maupun sesama anggota dan berakhir dengan kematian anggota.

Mara Salvatrucha (MS-13)

Mara Salvactrucha (MS-13) menjadikan semua geng seperti orang tolol yang menjual obat. Faktanya MS-13 adalah geng paling mematikan yang pernah dilihat. Anggota geng ini umumnya adalah orang Guatemala, Honduras, Salvador dan orang amerika tengah lainya. Geng ini didirikan pada 1980 untuk melindungi imigran dari geng geng besar lainya. Geng ini telah menyebar dari Amerika tengah ke spanyol, US, Inggris dan kanada. Di US sendiri anggotanya mencapai 10.000 orang. Geng ini tidak memiliki penyesalan untuk membunuh siapa saja. MS-13 memburu dan membunuh siapa saja yang berbicara tentang pelanggaran hukum yg dilakukan oleh MS 13. MS 13 adalag geng yang sangat brutal, khusunya kepada orang orang yang tidak bersalah (non-gengster). Mereka pernah menembaki sebuah bis berisi anak anak dan wanita, berakhir dengan kematian 28 orang.(MS-13 is well known for drug smuggling, black market gun sales, theft, contract killing, human trafficking, and assault, especially on law enforcement). 


10 bek terbaik di Dunia

Posted: 08 Dec 2012 10:47 PM PST

Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol. Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,

Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

10. Daniel Passarella (Argentina)


Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini. Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.
Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama River Plate.

9. Giacinto Facchetti (Italia)


Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.
Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100.

8. Lothar Matthaus (Jerman)


Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya.
Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg.

7. Fabio Cannavaro (Italia)


Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A.

6. Roberto Carlos (Brasil)


Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan, termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.
Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.

5. Lilian Thuram (Prancis)


Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara, dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

4. Franco Baresi (Italia)


Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.

3. Bobby Moore (Inggris)


Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.
Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

2. Paolo Maldini (Italia)


Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.
Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.

1. Franz Beckenbauer (Jerman)


Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada "Sang Kaisar". Buktinya, banyak pemain yang merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya di lapangan sangat elegan.

Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar